September 22, 2014

Enjoy it! While you are in a DINK situation.

Gak sengaja baca artikel baru di Mommies Daily, dengan judul We Are DINK Family! Awalnya saya pikir DINK itu nama keluarga, ternyata singkatan yang memiliki kepanjangan Double Income No Kids Yet, dan isi artikelnya 100% tepat banget, bayangkan diri anda dan pasangan memiliki penghasilan sendiri-sendiri tanpa perlu menanggung ‘keluarga’ (baca: kasih ke ortu atau uang saku adik) luar biasa, berlimpah ruah itu kehidupan.. bener loh, mau decor rumah ala macem-macem bisa banget! Jalan jalan kesana kemari sesuka hati apalagi.. hang out sampai pagi? Hayo atuh lahh.. makanya ketika ada temen yang baru married dan belum apa-apa sudah sedih karena belum hamil saya suka heran sendiri, hey..masih banyak hal menyenangkan yang bisa kalian nikmati loh selagi berdua! Biar saya kasih tau ya minusnya punya anak (i do believe everything has their own positive and negative side, including kids, apakah ini indikasi saya tidak bersyukur? Bukan,saya Cuma ingin bilang..  nikmatilah apa yang kamu miliki sekarang).

Ketika kamu punya anak:

1.Hamil, gak setiap kehamilan itu mudah dan nyaman, Perut begah, kembung gak jelas, tiba-tiba mual, badan pegel-pegel, bahkan saya punya temen yang mulai dari trimester pertama sampai terakhir dia tetep mual. Scary? Banget!! Saya saja yang ngalamin mual “Cuma” di 3 minggu terakhir trimester pertamanya rasanya sudah mau teriak.. aakkk, kapan trimester kedua datang??

2.Melahirkan, alhamdulillah saya “Cuma” mengalami 6 jam full kontraksi dengan bantuan induksi itupun dengan dosis yang paling ringan, dilanjutkan dengan IMD full 2 jam dan habis itu saya bisa jalan-jalan seperti layaknya orang normal. TAPI, pasien lain yang waktu lahirannya barengan dengan saya, butuh waktu 3 hari untuk mendapatkan bukaan lengkap, diinduksi dan perlu di vakum pula untuk mengeluarkan bayinya. Capek? Jangan tanya deh.

3.Ketika bayi lahir, Omar bukan type bayi yang bangun malem, dari newborn sampai sekarang 14 bulan dia Alhamdulillah sudah punya jadwal tidur tetap, saya sendiri bingung, ini dulu saya nyetting nya gimana sih? Sementara temen saya yang lain, hampir setiap pagi dia cerita anaknya baru tidur jam 3 pagi, dan selama itu pulak si anak ingin ibunya jangan tidur dan menemani dia MAIN.

4.Gimana dengan masalah pengeluaran? Hahahhaa.. hampir setiap bulan saya dan bapak suami selalu berhitung “bulan ini apa yang bengkak?” “masih bisa ditutupin gak?” “masih bisa menabung kan?” sekarang kami sedang memperhitungkan InsyaAllah kehadiran anak kedua kami, dan menimbang-nimbang apakah Omar butuh masuk preschool atau langsung TK saja, more things to think.

5. Jangan harap bisa keluar seenak-enaknya, banyak banget pertimbangan kalau mau punya “me time” entah saya atau bapak suami, bukan berarti kami berdua gak punya me time yaa.. tapi, pertanyaan mulai dari: nanti Omar ditaruh di rumah neneknya berarti? Bilang dulu sama mama bisa gak taruh Omar disana sabtu besok, saya lupa kapan terakhir kali saya nonton bioskop, kayaknya sebelum kami menikah deh.. *itung saja sendiri sudah berapa tahun*

Mungkin kalau dibikin list gak akan selesai, ada saja hal-hal baru yang bikin saya geregetan dan bolak-balik nyebut minta sabar ke Allah.

Positive nya apa?

Saya Cuma bisa bilang, Hati saya serasa mau meledak setiap inget anak *dan itu setiap waktu* Yah, sebesar itulah kebahagiannya.

Jadi sekalipun sekarang kalian berstatus DINK, just enjoy it! Punya kebebasan finacial dan waktu pribadi itu menyenangkan loh, dan selalu minta anak kepada Allah di waktu yang tepat, tepat secara fisik dan bathin. Insyaallah Allah akan kasih di waktu terbaik-Nya.

September 18, 2014

Gampang Hamil?

Beberapa waktu lalu saya baru saja mengeluarkan pengumuman di kantor, kalau saya kemungkinan hamil (lagi) waktu itu saya belum USG baru testpack saja, saya ngeluarin statement ini sebenernya bukan karena pengen pamer sih, jadi kantor saya berencana mengadakan employee  gathering di Bulan Oktober ini, lokasinya cukup jauh di daerah Anyer. Saya bingung harus kasih reason apa untuk tidak ikut, karena jujur ketika pemilihan tempat gathering saya memang tidak memilih pantai melainkan gunung, kenapa saya pilih gunung karena saya pikir gunung tempat yang cukup friendly untuk membawa seorang toddler.

Walaupun judulnya “Employee Gathering” tetapi mau tidak mau saya akan membawa seluruh keluarga kecil saya untuk ikut serta, Ayahnya Omar & Omar, saya sudah meninggalkan Omar selama 5 hari dalam seminggu, kalau saya tinggal lagi di weekend dan menginap pula, duh saya tidak tega, apalagi Omar masih bergantung banget sama nenen untuk tidur malem, jadilah saya pilih gunung, dengan harapan udaranya cukup nyaman untuk Omar. Sayang hasil pooling yang lolos ternyata berlokasi di Pantai, tapi bagaimana agar alasan saya tidak dapat ikut dapat diterima dengan kuat tanpa ada bantahan?

Salah satu atasan di kantor saya ini paling anti kalau ada acara kantor dan ada karyawannya yang gak bisa ikut tanpa ada alasan yang bisa diterima oleh akal sehat, Kalau saya bilang tidak tega membawa anak kecil, banyak teman-teman saya yang juga membawa anak mereka untuk ikut serta, jadilah saya pakai si testpack positif itu sebagai alasan. Hehehhe... langsung deh  gak ada yang berusaha membujuk saya untuk tetep ikut, siapa yang tega coba, perjalanan dari Bekasi ke Matraman lanjut ke Anyer dengan kondisi hamil muda dan membawa toddler berusia  14 bulan, setelah mengeluarkan "pengumuman kehamilan itu" gak lama saya dapat beberapa whatsapp dan komentar dari beberapa teman yang belum mendapat keturunan, “kok enak banget sih put, gampang banget hamilnya..” “gw kapan ya put? Orang-orang udah mau punya 2, gw aja 1 belum” memang selain saya ada salah satu teman kantor yang sedang hamil anak kedua juga, dan banyak yang sedang mengandung anak pertama, gak salah sih kalau memang kehamilan menjadi salah satu isu sensitif di kantor kami.

Mendengar komentar teman seperti itu saya langsung gak enak sendiri, gak enak karena sebelumnya saya sempat fragile dan galau karena mendadak hamil, sementara masih banyak orang-orang di sekeliling saya yang masih berusaha keras untuk memperoleh keturunan.
Saya pribadi sampai sekarang masih kaget ketika USG kemarin (iya, akhirnya saya USG juga) sudah terlihat kantung janin, yolksack, dan janin yang sehat lengkap dengan denyut jantungnya menunjukan usia 7wk 4days. Subhanallah, saya baru selesai mendapat haid pertama saya setelah hampir setahun saya bebas dari rasa menstruasi dan sekarang saya sudah hamil lagi?

Saya tidak pernah menganggap diri saya perempuan berkategori subur, atau kalau becandaannya teman-teman sekali di senggol langsung mbelendung. Dari pertama kali saya dapat haid jaman kelas 1 smp dulu, haid saya tidak pernah teratur sampai sebelum saya hamil Omar, rentang haid saya setiap bulan itu jauh, misal bulan januari saya mendapatkan haid di tanggal 1, bulan februari saya bisa mendapatkannya di tanggal 20, bahkan pernah setelah menikah saya tidak haid selama 2 bulan lebih, siklus haid saya pun kalau di rata-ratakan termasuk bersiklus panjang  -/+ 37 hari, jadi ketika saya tidak menstruasi selama 2 bulan lebih tetapi testpack menunjukan negatif, saya memberanikan diri berkonsultasi ke dokter kandungan, itu untuk pertama kalinya saya mengunjungi dokter kandungan dan melakukan pemeriksaan USG TV.  Hasilnya? Sel telur saya lambat matangnya dan tampilannya seperti rantai, dokter pertama menyebutnya kista folikel (?) agak lupa saya, saya diberi perangsang haid dan dianjurkan menunda kehamilan sementara saya mengkonsumsi pil KB untuk menstabilkan hormon saya. Setelah setahun saya mengkonsumsi Pil KB (September 2011 – September 2012) saya kembali berkonsultasi ke dokter kandungan ke 2, dengan niatan ingin melakukan program kehamilan, lagi-lagi ketika USG TV penampakan sel telur saya masih sama, kecil dan berbentuk rantai (siapa yang gak bingung coba?) akhirnya Obgyn ke 2 menyarankan saya untuk tes darah lengkap, termasuk gula darah harian, dan tes hormon prolaktin, beliau mencurigai saya suspect PCOS, PCOS adalah salah satu gangguan hormonal yang paling sering terjadi pada wanita dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas.

Indikasi PCOS ada 3, yaitu:
1. Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi,
2. Adanya tanda secara klinis biokimia hiperandogen
3. Gambaran Ovarium polikistik dari pemeriksaan USG.

Setelah semua hasil tes darah itu keluar menunjukan gula darah normal dan kadar hormon prolaktin saya pun masih di angka 9, yang berarti tubuh saya masih dalam kategori “normal”, tetapi tetep dokter meresepkan saya obat profertil yang berfungsi sebagai perangsang sel telur, diminum pada saat haid hari ke 2, dan dibatasi selama 3x siklus, jika selama 3x siklus saya belum berhasil hamil juga akan diadakan tes lanjutan (saya gak tanya apa saja tes lanjutannya) dilanjutkan dengan tes dari pihak suami. Alhamdulillah tidak perlu mengkonsumsi obat perangsang itu saya diberikan kehamilan pertama oleh Allah setelah telat 9 hari (menurut hitungan aplikasi handphone yang saya pakai), dan menurut dokter mungkin sel telur saya seperti rantai begitu hanya tampilan saja tidak berpengaruh apa-apa terhadap hormon saya.
Sebelum saya tahu saya hamil, setiap ada teman yang memiliki siklus haid yang pasti setiap bulannya, jauh di dalam hati saya, saya ingin memiliki siklus yang pasti juga, jadi ketika mereka bilang “habis ini giliran gw dapet haid nih” saya langsung ngebatin, “kapan ya giliran saya?” dan ternyata perasaan ini sudah berlangsung sejak lama, saya inget ada masa-masa kawan-kawan saya bergantian mendapatkan haid sementara saya belum tahu kapan haid saya akan muncul.

Sampai saya hamil ke 2 ini pun, saya tidak menganggap diri saya “gampang hamil” , saya merasa ini semata-mata rejeki dari ALLAH, walaupun saya bersikeras belum mau punya anak dan berusaha sehati-hati mungkin dalam berhubungan, kalau Allah sudah mentakdirkan jadi maka jadilah.

Rasanya saya ingin bilang langsung ke mereka, “nggak kok.. gw gak segampang itu, dan bercerita panjang lebar tentang kekhawatiran-kekhawatiran saya di atas” tapi alih-alih ngomong kayak gitu, saya Cuma bisa bilang “Alhamdulillah, dikasih rejeki hamil lagi sama Allah.. sabar ya, jangan pernah berhenti usaha, apalagi untuk sesuatu yang bener-bener layak untuk diperjuangkan, yaitu Anak”.

September 10, 2014

Ketika Saya 27 Tahun

Tanggal 28 Agustus kemarin,usia saya bertambah menjadi 27 tahun, gak terasa deh ternyata sebentar lagi InsyaAllah saya akan berkepala “3”. Saya selalu punya bayangan, di usia 27 ini lah saya akan menikah, setelah saya memiliki pekerjaan mapan, gaji berlimpah, apartemen sendiri, bahkan mobil! Manis bener deh bayangan saya itu, saya akan banyak menghabiskan gaji saya untuk melakukan banyak hal yang menyenangkan diri sendiri, belanja barang-barang cantik, makan-makan enak, bahkan jalan-jalan keliling Indonesia, termasuk travelling solo. Saya tidak bisa membayangkan di usia saya yang kurang dari 27 tahun, saya akan terikat dengan yang namanya “Pernikahan” apalagi “Keluarga”.  Kenyataannya?

Saya menikah di usia 24 tahun kurang 1 bulan, setelah gagal melakukan negosiasi tanggal akad dan resepsi, yang semula saya bersikeras “tunggu sampai umur 24 dulu sik..” akhirnya menyerah dan menikah pada tanggal 02 Juli 2011. Saya masih inget doa saya ketika itu, “Ya Allah saya belum siap untuk sepenuhnya menjadi istri, saya masih mau bermain dan bersenang-senang” dan terjadilah doa saya itu, 3 hari setelah saya menikah bapak suami harus kembali ke proyek, frekuensi bertemunya kadang 2 bulan sekali, bahkan pernah sampai 3 bulan kami tidak ketemu, saya menjalani Long Distance Married, alhasil bener-bener kayak orang pacaran bukan pasangan suami istri, untuk masalah keturunan pun seperti itu, karena saya tidak mau hamil “seorang diri” tanpa ditemani suami, mendadak setelah menikah hampir 2 bulan saya tidak datang bulan, setelah konsultasi ke Obgyn ternyata sel telur saya terlihat seperti “lambat” matangnya, dan diduga saya mengidap PCOS, setelah memutuskan untuk, “kita tunda saja dulu keinginan untuk memiliki keturunan ini dan perbaiki kualitas sel telurnya” jadi selama 12 bulan saya disarankan untuk mengkonsumsi pil KB sampai bapak suami kembali di bulan september 2012, itupun saya inget saya sedang datang bulan, sekembalinya suami baru saya berani “merevisi” doa saya kepada Allah untuk diberi kesempatan menjadi Istri sepenuhnya dan memiliki keturunan, subhanallah.. bulan Oktober saya full konsultasi ke dokter dan periksa darah lengkap serta  konsumsi asam folat rutin, dan di bulan November saya positif hamil. Jadi hamil pertama saya terjadi di Usia 25 tahun 3 bulan.

26 tahun kurang 1 bulan saya resmi menyandang status Ibu dari seorang bayi laki-laki yang bernama Omar Aqil Ramadhan, bener-bener gak membayangkan saya menjadi Ibu di usia semuda itu *buat saya muda ya..*  Selepas melahirkan memang saya tidak terpikirkan untuk menggunakan KB, baik KB Oral, IUD,maupun suntik, orang-orang di sekeliling saya, termasuk mama pun entah mengapa tidak menganjurkan saya untuk menggunakan Pil Kb, sementara saya sendiri tidak merencanakan untuk secepatnya hamil lagi, kalau baca cerita saya disini dan disini, saya sebisa mungkin ingin memberikan jarak yang “pas” untuk Omar dan calon adiknya kelak. Banyak orang menyarankan sistem kalender kepada saya, jelas ini gak bisa saya ikutin, haid saya itu bukan jenis haid yang ontime/pasti datangnya setiap bulan, sudah saya ceritakan kan ya kalau saya sempet diduga mengidap PCOS,diduga seperti itu selain tampilan folikel sel telur saya setiap USG yang rata-rata menyerupai rantai, haid saya pun tidak teratur. Jadi sistem kalender jelas saya coret. Salah satu hal yang saya yakini akan mampu membuat saya “aman” dari resiko kehamilan adalah menyusui secara teratur, iya menyusui dengan ASI Eksklusif itu merupakan salah satu metode ber-KB alami,efektifitas metode ini sampai 98%. Tapi memang ada syarat-syaratnya, yaitu:
1.memberikan ASI secara eksklusif sesering mungkin (minimum 4jam sekali tanpa pernah lowong), interval jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan di malam hari tidak lebih dari 6 jam. Ini sukses saya terapkan walaupun saya working mom, saya meninggalkan Omar antara pukul 06.30 – 07.00 pagi, sebelum berangkat jelas Omar saya susui dulu, saya kembali pumping di kantor pukul 09.30 dan maksimal jam 10.00 saya sudah harus pumping, pumping kedua saya selepas makan siang antara jam 13.30 – 14.00, dan terakhir sebelum pulang, saya kembali pumping pada pukul 15.30 – 16.00.
2.Ibu belum mendapatkan haid sejak masa nifas berakhir. Selesai masa nifas saya benar-benar bersih dari haid.
3.Bayi belum berusia 6 bulan, Jika bayi sudah mulai MPASI, berarti syarat nomor satu sudah sulit dipenuhi.

Alhamdulillah saya sukses menerapkan ketiga point diatas, dan sukses mendapatkan KB Alami hingga Omar berusia 11 bulan 2 minggu. Entah kenapa menjelang ulang tahunnya yang pertama dia mulai jarang mengkonsumsi Asip di siang hari, jadi stock asip nya sempet hampir kadaluarsa, karena itu saya akhirnya mengurangi frekuensi pumping siang saya, dan munculah si tamu bulanan di awal bulan Juli 2014, setelah hampir 1 tahun saya bebas dari haid.

Selepas mendapat haid, saya mulai concern menghitung hari subur saya, dan tanya-tanya seputar aplikasi terkait masa subur yang bisa saya install di android, dan akhirnya saya memilih P Tracker, saking khawatirnya saya sampai mencatat waktu-waktu saya berhubungan dengan bapak suami (ini beneran loh), saya sih pede pede saja dengan cara saya itu, entah kenapa saya menganggap saya type perempuan yang “tidak terlalu subur” dan “tidak mudah hamil” mengingat riwayat datang bulan saya. Jadi ketika teman-teman saya sudah mulai datang bulan lagi dan saya belum, saya masih selooww dong.

Saya inget saya pernah menulis status di facebook tentang teman kantor saya yang ternyata 'mendadak’ hamil lagi, padahal usia anaknya belum genap 1 tahun, karena itulah kami yang baru memiliki anak 1 mulai diledek untuk segera tambah momongan lagi. Kontan saya langsung bergidik, membayangkan Nursing While Pregnant, lanjut Tandem Nursing, dan dilanjutkan pumping asip lagi selama 3 tahun ke depan, wuihhh belum berani saya, apalagi kendala ART untuk bantu-bantu di rumah pun sampai detik ini saya belum sukses ketemu yang ok.
Telat haid 2 minggu dan badan saya mulai gak nyaman, saya malah khawatir kalau “jangan-jangan saya beneran PCOS” nih karena haid saya yang kembali tidak teratur, sama sekali gak kepikiran untuk testpack, karena rasanya badan berbeda dengan waktu telat haid karena hamil Omar dulu.

31 Agustus, di usia 27 tahun 2 hari, setelah telat haid 20 hari, didukung dengan perut yang bolak-balik begah macam telat makan, rasa eneg yang gak jelas, ngebuat saya akhirnya memutuskan untuk beli testpack di jam 10 pagi. Saya inget suami saya bilang untuk besok saja test nya karena kan harus pakai urine pertama di pagi hari, tapi saya keukeuh mau test sekarang juga, kalau memang saya ditakdirkan hamil, mau test dengan pipis pertama ataupun pipis terakhir hasilnya akan positif kok. Dan hasilnya, muncul lah 2 garis pink dengan cepat tanpa ada jeda. Terpana saya! Shock, bingung, galau, campur jadi satu, seharian badan saya gak nyaman, akhirnya ngungsi ke rumah mama, sementara bapak suami liat pameran ikan di WTC (dengan ijin saya), setelah ngobrol-ngobrol dengan orangtua walaupun ada rasa “gak terima” dan masih bingung beneran nih saya hamil LAGI? Pelan-pelan saya mulai mencoba berfikir, sekarang Omar 13 m  jika kehamilan ini lancar tanpa halangan, Insyaallah akan lahir di bulan april atau mei ketika Omar berusia 22 m, saya rasa di usia itu sudah bisa saya lakukan sounding untuk Weaning With Love, agar saya tidak perlu tandem nursing. Pumping untuk stock asip Insyaallah akan tetap saya lakukan, sekarang saya sedang memberi “tubuh”saya istirahat sejenak, Omar masih menyusu langsung dari PD ibunya, tetapi kalau saya sedang capek atau lelah berarti saya tidak pumping dan Omar saya selingi dengan UHT untuk konsumsi siangnya.

Saya tidak menyangka kalau mengingat khayalan saya tentang “usia 27 tahun” ternyata di usia 27 tahun ini saya sudah mengalami banyak hal dan kesemuanya berhubungan dengan pernikahan dan keluarga, di usia 27 tahun saya harus mempersiapkan diri saya untuk bisa menjadi ibu yang lebih baik lagi demi anak-anak saya nanti, di usia 27 tahun kembali saya merasakan kehamilan yang rasanya baru kemarin, di usia 27 tahun saya harus belajar mempersiapkan Omar sebagai “mas”, di usia 27 tahun saya harus bersiap-siap menjadi ibu dengan 2 orang anak yang masih piyik-piyik (dimana saya bisa beli stock sabar???), tapi pada akhirnya saya gak sabar menyambut tahun 2015.. melihat Omar tumbuh semakin besar, pilih-pilih preschool (kalau Omar mau ya pastinya), belanja-belanja perlengkapan newborn (lagi!), penasaran dengan nanti anak kedua kami seperti apa ya, dan bertekad mengalami proses persalinan yang lebih baik dari kemarin, bisa sukses IMD dan lanjut ASIX serta mpasi homemade seperti Omar dulu. Aamiin.

August 20, 2014

Rumah oh Rumah Part 2

Saya gak ada kerjaan, bukan gak ada kerjaan juga sih, ada sebenernya, bikin report untuk CFD, CFD apaan? Sudahlah ya gak usah dijelaskan, intinya saya harus bikin laporan collectibilitas, tapi saya masih nungguin nih konfirmasi format pelaporannya bagaimana, dari pagi ditungguin sampai sekarang belum ada yang nyariin saya dari cfd nya.. sedih :’( (bo’ong deng..)

Beberapa hari ini pembicaraan renovasi rumah kembali menyeruak diantara saya dan bapak suami, ini termasuk topic yang timbul tenggelam sih karena dari semenjak proses pembelian di Januari 2013 dan sukses akad kredit di bulan April 2013
rumah kami memang sudah beberapa kali mengalami perombakan, tapi masih kategori kecil saja, sebatas menambahkan atap untuk melindungi dapur terbuka saya dari hujan, panas, dan tampias, (tapi masih belum melindungi saya dari tikus), menambah beberapa meter untuk teras depan supaya Omar lebih lega juga mainnya, dan terakhir, akhirnya kami jadi juga pasang canopy, awalnya rumah yang kami beli ini sebenernya sudah menjadi “jatah” orang lain, tapi entah bagaimana si orang tersebut tidak melanjutkan prosesnya, jadilah kami ditawarkan unit ini, niatnya sih pengen banget punya rumah dengan lahan yang lebih luas tapi memang rejeki kami baru sampai di rumah ini. Alhamdulillah. 

Selain dengan perbaikan kecil-kecilan diatas, rumah kami selebihnya masih aseli tampilan dari developer, begitupun dengan furniturenya belum ada penambahan apa-apa,

August 19, 2014

Dari Baby Menjadi Toddler

25 Juli 2013 kemarin termasuk salah satu hari bersejarah untuk kami, Alhamdulillah anak pertama kami, Omar Aqil Ramadhan sudah beranjak 1 tahun, gak terasa 1 tahun sudah saya berstatus menjadi Ibu, masih inget juga gimana excitednya kami menyiapkan syukuran 1 tahun anak pertama kami, sengaja ke Pasar Asemka untuk cari-cari wadah goodie bagnya Omar, puasa dan berpanas-panasan demi ke Lotte Mart untuk belanja grosiran demi mengisi goodie bag itu, order cake, sampai bikin undangan sendiri (nyontek di Pinterest) supaya mudah menginfokannya ke seluruh keluarga besar, walaupun bukan perayaan “wah”, hanya buka puasa bersama keluarga tapi rasanya kami bahagia gitu mengatur semuanya. 

He is Toddler Now

August 18, 2014

Ketika Semua Berawal dari Mainan

Belakangan ini saya sedang kebingungan mencari mainan untuk Omar sang toddler yang baru menginjak 13m, dia sekarang lagi random banget kegiatannya, bener-bener unpredictable. Setiap saya ngeliat mainan di ELC (Early Learning Center) saya pengen banget kasih semua yang ada disana untuk Omar, habis lucu-lucu sih, tapi membaca sejarah dan akhir dari mainan-mainan Omar yang sudah-sudah, kebanyakan malah rusak dipretelin, dan kadang Cuma dimainin sesaat habis itu dia bosan.

Dari beberapa bulan yang lalu, ketika Omar 11m kalau gak salah, dia mulai tertarik dengan hal-hal kecil macam tutup botol, tutup pulpen, tissue, kertas, kunci, dan terakhir sepeda roda tiganya. Benda-benda itu sukses ngebuat Omar anteng beberapa menit sampai dia merasa “Ok, saatnya kita nge-gerecok-in Ibu lagi…” saya sempet bingung, ini masa bayi mainannya gak penting gini sih? Sementara banyak artikel yang saya baca mainan untuk bayi dan toddler itu harus bisa memiliki kemampuan mengembangkan kreatifitasnya dan juga mengasah beberapa kemampuan utamanya, yaitu: melihat dan mendengar. 

Seperti biasa, kalau sudah mentok tentang tumbuh kembang anak, saya langsung lari ke miss Vidya.. dan seperti biasa juga, dia langsung sigap membantu saya. *I love u, miss*

Menurut miss Vidya, justru ketika Omar mulai tertarik untuk kegiatan gak penting macam “buka-tutup botol” jangan di stop! Walaupun kebanyakan orangtua melarang anak melakukan ini itu Cuma karena takut berantakan. Ternyata kegiatan buka-tutup botol menjadi salah satu kegiatan di “Practical Life Area” pada kelas Montessori. Apa sih Montessori itu? 

Metode Montessori didasarkan pada sebuah pendekatan yang ditemukan oleh Maria Montessori, dokter dan pendidik asal Italia.  Menurut Maria, anak-anak akan mengalami suatu masa yang disebut masa peka, yaitu masa di mana anak mencapai kematangan tertentu. Hal ini sangat penting, sebab menjadi modal anak untuk belajar. 

Kalau menurut Wikipedia sendiri, Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah. Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut "direktur" atau "pembimbing"). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep. Baca lengkapnya di sini (ini saya penasaran deh dengan picture yang digunakan, sekolah Montessori di Malang tahun 1935, sekarang jadi bangunan apa ya? melenceng sekali saudara-saudara.)

Kembali ke Penjelasannya Miss Vidya, Practical Life Area itu adalah Area yang magical banget! Isinya kegiatan-kegiatan yang fungsinya untuk melatih menguatkan 3 jari untuk persiapan menulis, memperpanjang rentang konsentrasi, dan juga membantu anak membentuk citra positif dirinya. Practical Life untuk persiapan menulis? Kok bisa? Iyaa, kalau kita pingin anak lancar menulis nanti, mendingan banyakin kegiatan menyendok, menuang, mengayak,dll. Kegiatan-kegiatan ini akan menguatkan jemari dan pergelangan tangan yang nantinya membuat anak lebih siap menulis. 

Terus kalau buka tutup botol apa hubungan dengan melatih konsentrasi?

August 11, 2014

Gimana sih Caranya Gemuk?

Entah dari kapan, kalimat “Put, makan yang banyak dong.. kurus banget sih!” sudah menjadi semacam kalimat wajib untuk dilontarkan kepada saya, dengan tinggi 154cm dan BB yang gak jauh-jauh dari 40-42kg, tampilan default saya memang kurus, rata, hampir tanpa lekukan yang berarti. Mati-matian saya usaha banget biar bisa punya body curve, macam shakira.. *Oke, ini ngayal* tapi minimal BB ideal dengan ukuran standart Cup 34B dan Size Celana 28 deh.

Saya sempet sih mendapatkan tubuh ideal *tsaahh..* dulu banget, jamannya SMP dan SMA.  Memang saya akui pada saat itu saya cukup rajin berolahraga, berenang seminggu 1x di hari minggu, plus seminggu 2x setiap hari selasa dan kamis, saya aktif di kegiatan club softball, start latihan mulai jam 16.00 WIB dan berakhir 18.30 WIB, tau sendiri kan olahraga macam itu bentuk latihannya beragam, mulai dari lari, push up, sit up, latihan lengan etc, belum lagi kalau saya sedang rajin, bisa tuh hari minggu sore saya dateng nongkrong di lapangan buat ikut latihan tambahan. Alhasil, jangan ditanya deh, saya lumayan bangga dengan bagian belakang tubuh saya. *ehem!* dengan tinggi yang gak nambah-nambah, masih di 154cm pastinya dan berat badan stabil di angka 44-45 kg, perhitungan BMI saya menurut tolak ukur asia, berada pada kisaran 18.97 alias Tubuh Ideal.

Ngomong-ngomong BMI itu apa sih?

August 8, 2014

Pasangan Wajib Saya

Selesai 3 bulan masa cuti melahirkan, tepatnya 2 bulan 2 minggu sih, karena Omar lahir jauh melewati HPL, saya harus siap-siap nih untuk kembali bekerja, kalau ibu-ibu yang lain dari sebelum melahirkan sudah tahu cooler bag dan breast pump apa yang akan dijadikan pilihan, sudah paham kelebihan dan kekurangan masing-masing dari banyaknya merk cooler bag dan breast pump di luar sana, saya justru pasrah dengan pemberi kado, mau kasih cooler bag dan breast pump macam apa.. hahahha

Jadi ketika belanja keperluan bayi, cooler bag dan breast pump belum termasuk dalam shopping list saya, kata pak suami jangan dibeli semua sekaligus, selain kami harus mempertimbangkan keuangan sendiri, kami juga khawatir barang-barang tersebut ternyata tidak terpakai dan menjadi mubazir, ya kali aja gitu ternyata saya berubah hasrat dan mendadak jadi Stay At Home Mom.. wkwkwkkwk..

Alhasil, beberapa hari setelah melahirkan, ketika PD saya masih bengkak banget, dan Omar masih doyan banget tidur, saya bingung deh.. “ ini saya harus bagaimana? 

August 6, 2014

Mendadak ke Batu Secret Zoo


Hari ke 4 Lebaran Idul Fitri kemarin, Alhamdulillah saya dan sekeluarga mendadak dapat rezeki nomplok, hehehe.. sudah tahu kan kalau selama libur lebaran 1435 H kami sekeluarga menghabiskannya dengan mudik ke Malang, jadilah kami diajakin main di Batu Secret Zoo oleh Om dan tante saya yang kebetulan juga sedang menghabiskan libur lebaran di Batu-Malang, saya bener-bener gak ada bayangan tampilan Batu Secret Zoo itu seperti apa, walaupun saya menghabiskan 4 tahun saya sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, tapi kebun binatang ini baru diresmikan dan layak kunjung pada tahun 2010, saya belum sempat mengunjungi tempat ini sama sekali karena sudah lulus kuliah dan balik ke daerah asal, yang saya tahu tempat ini memang sedang menjadi salah satu tempat wajib kunjung jika kita ingin berlibur di daerah Batu, Malang.

Konsep dari Batu Secret Zoo ini cukup terorganisir dan alurnya jelas, jadi gak ada tuh istilahnya kita kebingungan “ngg,mau lihat yang mana dulu ya?” 

August 5, 2014

Gabung di Forum Yuk!

Semenjak saya hamil Omar, saya mulai rajin mengikuti banyak forum, mulai dari forum kehamilan di Mommies Daily, sampai group facebook macam AIMI, GBUS, dan GESAMUN,(dan forum-forum lain yang sudah banyak saya ikuti, termasuk forum masakan dan rumah) jujur saya mendapatkan banyak sekali ilmu dari sana.

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti Forum adalah tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas, bebas disini tentu kita juga harus tahu ya, forum yang kita ikuti itu ruang lingkup bahasannya apa saja, kan gak lucu kalau kita ikut group Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia yang notabene membahas serba-serbi tentang proses menyusui tapi kita malah nyelimur dan bertanya seputar USG kandungan. Walaupun saya yakin hampir semua ibu disana mampu menjawabnya, tapi kok terkesan kita tidak menghargai tuan rumah ya, karena ya itu tadi, melenceng dari tujuan forum itu di bentuk.

Gak sedikit orang yang mengomentari keaktifan saya dalam sebuah forum,

Selamat Meng-ASI-hi Bu.

 
gambar dari sini



Tidak terasa sudah 12 bulan full saya menyusui Omar, sempat merasa bosan pumping selama di kantor dan lelah banget kalau tiba-tiba anak minta nyusu di tengah keramaian, apalagi kalau lagi sakit, bawaannya Omar cuma mau nempel sama nenennya, gak mau dengan yang lain.

Kadang saya berfikir, apa yang bikin saya mampu menyusui sampai sekarang? Apa yang membuat saya tidak tergoda untuk menggunakan sufor?

July 26, 2014

Lebaran yang Beda

Ada yang berbeda di lebaran tahun lalu dan sekarang, mama saya tidak membuat kue khas lebaran, macam nastar, putri salju, kue kacang dkk nya.

Lebaran tahun lalu kami semua sibuk mempersiapkan kelahiran anak dan cucu pertama, 2 minggu sebelum lebaran, anak pertama kami, Omar lahir. Alhasil tradisi lebaran macam bikin kue pun gak bisa dilakuin, gimana mau ngelakuin orang pagi-pagi sudah sibuk main cucu.. hehehhe..

Lebaran tahun ini pun tradisi bikin kue sepertinya akan dilewatkan, alasannya waktu, sekarang saya sudah kembali menjadi Ibu Bekerja, otomatis Omar diawasin oleh neneknya alias mama saya, mama sih sebenernya sudah ada rencana untuk bikin kue, tapi saya tidak mengijinkan bukan kenapa-kenapa, takut kecapaian, atau malah Omar nya nanti yang kurang pengawasan.

Sejujurnya saya kangen tradisi  bikin kue itu,

July 25, 2014

Little Gear nya Omar,antara khayalan dan kenyataan.

Setelah satu tahun berlalu, saya inget banget, salah satu impian little gear saya untuk calon anak pertama kami itu adalah, Baby Bouncer Fisher Price, ELC Blossom Farm Clover Cow Sit Me Up Cosy, Box Bayi Graco dan Stroller Cocolatte, kenyataannya apakah saya mendapatkan itu semua? Hehehehe.. tidak saudara-saudara, saya memang mendapatkan 2 dari 4 item diatas, tapi bukan beli sendiri, Alhamdulillah dapet kado! Untuk baby bouncer nya saya dapet merk ELFE, tampilannya cukup besar dan kokoh, ada fitur music dan vibra nya, ayunannya pun untuk bayi lumayan nyaman ya. Sementara barang lain yang kami peroleh adalah stroller Elle Huntington warna merah, gak jadi beli cocolatte trip deh ibu..

July 18, 2014

India, dan cerita magisnya

Sejarah itu termasuk salah satu mata pelajaran favorite saya semasa SMA dulu, bahkan saya pernah bercita-cita untuk kuliah di bidang antropologi atau arkeologi, harapannya biar saya bisa merestrukturisasi bangunan-bangunan tua dan bersejarah di seluruh dunia, sayang orang tua saya tidak mengijinkan. 

India dan sejarahnya, lengkap dengan legenda, mitos, serta budayanya, tidak pernah kehilangan daya tarik di mata saya, ya India adalah salah satu negara yang masuk dalam "wish list" kunjungan saya, beberapa waktu lalu bapaknya Omar sempat dapat tugas ke India, astaga!! Pengen banget rasanya langsung loncat masuk koper..

Incredible ancient Hindu Temple, Kerela, India



Berhubung belum kesampaian meng-explore bangunan bersejarah di seluruh dunia, akhirnya melalui Pinterest lah saya mengagumi bangunan-bangunan tersebut.. *feel free to follow loh* promosi gratis.. hehehehehe..





July 17, 2014

Shopping Hospital itu penting bu!!

Semalam saya iseng buka-buka link yang muncul di newsfeed FB saya, kali ini link yang saya buka tentang :  Maternity Hospital Tours: 15 Questions To Ask baca disini, jadi total ada 15 pertanyaan wajib terkait apa saja yang perlu ditanyakan ketika kita memilih RS untuk melahirkan, di cerita saya yang ini ada beberapa pertanyaan yang ternyata juga menjadi pertanyaan wajib dalam artikel tersebut :) seneng deh karena memang dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami sukses mendapatkan RS untuk bersalin sesuai harapan kami. 

Apa saja sih pertanyaan-pertanyaan itu? 

1. Maternity Hospital Tour Question #1: What Birth Aids Do You Have Available?

Jadi ketika malam itu tiba, maksudnya malam ketika saya akhirnya memutuskan untuk di induksi, saya langsung masuk kamar bersalin, kamarnya enak, saya sendiri di dalam kamar itu, ada kamar mandi dalem dengan fasilitas air panas dan dingin lengkap dengan pancuran, terus saya dapet sofa juga yang ada selonjoran kakinya, nyaman deh.. jadi pas pagi-pagi saya mulai kontraksi saya masih bisa tuh mandi air panas dan sumpah enak banget mandi air panas di tengah-tengah kontraksi itu! bisa cari posisi enak selama proses kontraksi *sayang gk ada birth ball, sempet kepikiran bawa dari rumah tapi yasudahlah ya kita maksimalkan saja apa yang ada* karena di kamar bersalinnya gak cuma ada kasur, jadi ada satu moment dimana saya lebih memilih untuk grundulan di sofa sambil dielus-elus punggungnya oleh pak suami. :)

2. Maternity Hospital Tour Question #2: What Is Your Policy With Partners Staying Overnight?  

RS nya sendiri sih melarang pak suami untuk menginap, yang diijinkan untuk menginap selama pasien masih berada di RS hanya yang sesama jenis alias perempuan, aturan ini cuma berlaku untuk kelas 1,2,3 ya karena kan memang masih sharing room dengan pasien yang lain, tapi kenyataan pak suami masih diijinkan untuk menginap di kamar perawatan kok :) dan karena Alhamdulillah saya melahirkan normal, jadi masih bisa tuh sharing bed dengan kekasih hati tanpa takut kesenggol jahitan, baby? box baby tepat di sebelah tempat kami tidur. :)

3. Maternity Hospital Tour Question #3: Is It Policy To Room In With My Baby?

 Yes!! dari selesai bersalin, lanjut IMD,terus Omar melakukan test apgar dkk nya kami hanya terpisah beberapa jam saja, saya melahirkan sekitar jam 2 siang, lanjut Omar IMD sampai jam 4 sore, selepas maghrib saya sudah ketemu lagi dengan Omar dan kami bareng sampai pagi. Jadi saya bisa puas nyiumin dia, gendong, nyusuin kapanpun tanpa perlu jalan-jalan ke kamar perawatan bayi, dan peraturan ini gak hanya berlaku untuk yang melahirkan normal saja, kanan kiri saya yang kebetulan caesar juga bisa room in dengan baby nya.. 

4. Maternity Hospital Tour Question #4: What Is Your Caesarean Section Rate?

 Saya sendiri sih gak ngerti berapa persentasi melahirkan normal dan caesar di RS ini, tapi Alhamdulillah dokter yang saya pilih bener-bener pro-normal, dia bahkan gak ngebolehin saya untuk berfikir tentang caesar, harus bisa bertekad normal karena dia tidak melihat ada indikasi saya harus caesar, begitu juga dengan para bidannya, bener-bener support 100% untuk normal.

5. Maternity Hospital Tour Question #5: What Is Your Policy On Breastfeeding In Recovery?

Ini dia juaranya! ketika pembukaan 7 ada seorang bidan yang mulai me-massage payudara saya, harapannya agar cairan kolostrum keluar dan baby sukses IMD, itu terbukti loh, Omar sukses IMD selama 2 jam full, dia bisa ngedapetin puting kiri payudara saya lengkap dengan kolostrumnya,  karena kami room in juga otomatis saya bisa menyusui omar kapanpun sesuai keinginan baby bahkan ketika saya masih proses recovery.

6. Maternity Hospital Tour Question #6: What Is Your Policy On The Third Stage Of Labour?

Saya gak nyangka saya bisa ngedapetin delay cord clamping ketika melahirkan Omar, memang sih sempet kepikiran untuk minta tapi sayangnya kami lupa bilang karena sudah terlanjur kontraksi dan fokus melahirkan baby, walaupun bukan lotus birth (saya sendiri belum siap buat nerapin ini) tapi minimal si kakak plasenta dan omar masih bisa saling berbagi suplemen walaupun hanya dalam hitungan menit. :) " Just a two-minute delay in cord clamping can increase a baby’s iron reserve by 27-47 mg, which is equivalent to 1-2 months of a baby’s iron requirements. This could help to prevent iron deficiency from developing before 6 months of age." terimakasih ya bu dokter.. 

9 .Maternity Hospital Tour Question #9: What Are Your Visiting Hours?

Visiting hours? papa saya sendiri hampir diusir sama satpam gara-gara datang kemaleman - -", untuk yang satu ini RS Hermina strict banget!

11. Am I Able To Leave The Room While In Labour? 

saya sempet ngintip tuh bayi yg baru lahir di kamar sebelah di tengah-tengah kontraksi, jadi bisa banget tuh jalan-jalan selama kontraksi berlangsung, gak perlu sampai diiket di tempat tidur.. hehehe.. tapi ketika sudah mulai masuk pembukaan 5 ke atas, berhubung saya di induksi proses kontraksi nya itu cepet banget, karena itu setelah pembukaan 5 saya harus stay di dalam kamar bersalin (tapi masih bisa cari posisi kok) untuk persiapan persalinan.

15. Under What Circumstances Would Formula Be Given And Will I Be Asked First?

Alhamdulillahnya saya gak ditanyain ini, krn ASI langsung keluar.. tp tenang kok, mereka nyuruh kita wajib ttd dulu sblm kasih sufor.  

Dari ke 15 pertanyaan yang ada di artikel, RS tempat saya bersalin memenuhi kurang lebih 8 pertanyaan, yang berarti lebih dari setengahnya, Ya! Saya mendapatkan hampir semua ini di RS Hermina Grand Wisata, mulai dari  pasangan yang bisa menemani saya dari awal masuk kamar bersalin hingga selesai melahirkan, mendapatkan obgyn yang punya aturan induksi lumayan ketat, sampai-sampai pasien barengan saya yang lain ditunggu sampai 3 hari padahal sudah teriak-teriak minta caesar dan berakhirnya dengan normal :)), jadi pinter-pinter pilih RS yaa dan gak perlu takut untuk cerewet nanya macem-macem, itu hak kita kok sebagai konsumen, karena melahirkan dengan kondisi nyaman dan sesuai harapan itu enak banget. Alhamdulillah..





 

 











July 14, 2014

Pendidikan dan Pola Pikir Anak


Omar memang Insya Allah baru menuju 1 tahun, tapi rasanya saya dan pasangan harus mulai memikirkan visi,misi,dan tujuan apa yang ingin kami berikan untuk Omar sebagai bekal masa depannya, bukan sekedar mencari sekolah dengan fasilitas lengkap dan tenaga pengajar professional, tetapi kami juga harus mulai memilah hal-hal apa yang kami inginkan untuk masuk atau mungkin kami batasi ke dalam awal kehidupan pendidikan anak kami.
Saya setuju kalau moral dan budi pekerti serta empati akan menjadi salah satu target kami untuk ditanamkan ke Omar, menurut saya pribadi semakin kesini rasa-rasanya jiwa empati masyarakat semakin berkurang hampir minus malah, gak usah disebutin lah ya berapa banyak anak-anak yang mulai kehilangan respect terhadap yang lebih tua, dan gak usah disebutin juga sudah berapa banyak kasus yang ter-blow up melalui social media sehubungan dengan minusnya jiwa-jiwa empati ini.
Tetapi satu yang paling saya harapkan ketika saya memiliki seorang anak, dia akan jauh jauh lebih baik dari kami orangtuanya dari segi Agama. Ya, kami ingin anak kami menjadi lebih rajin sholatnya dibanding kami orangtuanya, lebih baik budi pekertinya dibanding kami, lebih banyak sedekahnya dibanding kami, lebih banyak khatamnya dibanding kami (syukur-syukur kalau bisa menjadi hafidz Qur’an), tetapi miris juga rasanya jika seseorang yang kuat agamanya disebut sebagai “fanatic” atau bahkan Islam Garis Keras.
Banyak sekolah-sekolah sekarang yang berbasis Islam, saya sendiri sih belum sempat meneliti/mengamati masing-masing dari sekolah-sekolah tersebut kekurangan dan kelebihannya apa. Saya percaya tidak ada satu bentuk pendidikan sempurna, tugas kita lah sebagai orangtua untuk menyeimbangkan dan memberi pandangan-pandangan baru.
Saya tumbuh dalam lingkungan pendidikan umum, teman-teman saya datang dari berbagai jenis agama, sebut saja nasrani, hindu, budha, katholik dan dari segala etnis termasuk China. Sekolah saya bukan jenis sekolah yang mengedepankan agama, jadi sehabis sekolah saya masih harus mengikuti TPI (Taman Pendidikan Iqra) lagi selepas sholat ashar, capek memang tapi Alhamdulillahnya orangtua saya bukan jenis orangtua yang gila les, saya tidak wajib mengikuti les apapun, satu-satunya kegiatan yang saya ikuti diluar sekolah hanya mengaji dan berenang, itupun saya ikuti tanpa paksaan. (Dan Insya Allah saya juga tidak akan mem-push Omar untuk mengikuti les apapun, sepanjang bukan dia sendiri yang meminta). Saya belajar Islam itu seperti apa, selain dari TPI juga dari penjelasan orangtua saya, satu yang saya masih ingat sampai sekarang adalah terkait jodoh! Hahhahaa.. kalau ini doktrin ibu saya memang kuat banget, “jangan sekali-sekali kamu berhubungan dekat dengan cowok yang bukan islam ya kak! “ dari situ saya benar-benar membatasi lingkup pergaulan saya terhadap teman cowok yang non-muslim, bahkan saya selalu berfikir “duh, ganteng deh.. sayang bukan islam” apakah saya terdengar fanatic?
Barusan saya membaca salah satu artikel di m.kompasiana.com dengan judul “Beginilah Anak-anak Israel Dididik; Penjelasan untuk Kebiadaban Serdadu Zionis” , Palestina dan Israel, kisah yang bahkan telah tertulis di dalam Al-Qur’an. Inti dari artikel tersebut bagaimana pemerintah Israel berusaha mendoktrin mati-matian anak-anak mereka untuk membenci anak-anak Palestina, miris bacanya, ketika seorang anak Israel berusia 8 tahun berkata “Kepada Muhammad yang berbisa.. saya mengharap kamu mati…” mengaca ke doktrin tersebut, setiap saya membaca berita di koran terkait pem-bully-an, atau seorang anak SD menyiksa temannya hingga meninggal, ngebuat saya jadi mikir, siapa sih sebenarnya yang ngedoktrin anak-anak itu sampai bisa sesadis itu? TV kah? Atau memang lingkungan pendidikan kita yang mulai gak peduli terhadap pola pikir anak? Hanya focus terhadap kurikulum dan nilai bagus saja?
Sejauh ini saya dan pasangan masih memilah-milah criteria pendidikan yang kami cari untuk Omar, rasa-rasanya kalau bisa bikin kurikulum sendiri, saya saja deh yang bikin.. hehehhe..
Entah akan seperti apa pendidikan untuk Omar nanti,semoga kami mendapat system yang terbaik untuk dia, tapi saya percaya dengan salah satu Quote legendaris dari salah seorang penghuni surga,

Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka kelak akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu” – Umar bin Khattab

July 13, 2014

Popok Kain Modern vs Popok Siap Pakai

Salah satu topik yang gak pernah dingin dalam dunia per-mama-an selain Normal vs Caesar, Asi vs Sufor, Vaksin vs Nonvaks, Mpasi homemade vs Mpasi Instan, adalah popok kain vs popok siap pakai. . (eh iya dunia per-mama- an itu sadis loh!) belum lagi compare masalah tumbang anak, Ya Salam.. kalau gak dibawa santai mah, bisa nangis tiap malem di pundak suami, sambil nanya: kenapa-gigi-omar-baru-4- sementara-anak-tetangga- sudah-8-padahal-cuma-beda- sebulan-? XD

Dari sebelum melahirkan, saya memang sudah rajin tuh baca- baca di forum tentang popok kain benefit dan loss nya, belum lagi racun dari si tria yang sudah bilang "nanti clodi-clodi nya kafka lo bawa-bawain aja dude.." kan kalau kayak gitu saya jadi merasa bertanggung jawab untuk belajar bagaimana cara merawat clodi sekaligus cara pakainya juga, karena belajar itu juga deh saya jadi mulai jatuh cinta sama yang namanya clodi..

Setelah berembuk dengan bapaknya Omar, akhirnya kami sepakat untuk menggunakan popok kain modern mulai dari omar lahir, tanpa beli 1 pun pospak. luarr biasaa...

Kenapa popok kain modern? aduh, saya nyerah deh kalau harus beli popok kain konven yang cuma selembar itu, siapa yang mau nyuci?! sekali pipis basah, dan harus ganti, belum lagi cerita teman yang setiap hari bisa nyuci 20 lembar popok kain.  Saya pernah loh menyampaikan keluhan saya ini di salah satu group perpopokan demi mendapat saran, dan saya di bilang gak sayang anak karena gak mau repot.. auu ahhh.. :p

Jadilah ketika Omar lahir saya sudah punya stock +/- 10 clodi dengan tambahan insert yang saya pakai dari kain Alas Ompol Renata (AoR) dan Bumwear yang harganya lumayan, kalau ada yang gak tega ngeliat newborn keliatan bulky karena dikasih clodi, saya nyiasatinnya si insert bawaan clodi diganti dengan insert kain yang saya beli, masih bisa nampung beberapa kali pipis tapi tetep kelihatan tipis kok :), kadang kalau siang cover clodi gak saya pakaikan ke Omar, saya cuma bentuk si bumwear dengan format popok, dan saya jepit dengan snapi.. (googling aja deh buat liat tampilannya).

3 minggu setelah Omar lahir, ibu saya mulai menyemprotkan racun- racun popok siap pakai, katanya kasihan ngeliat menantunya yang hampir setiap hari nyuci popok bayi. Dan kami pun tergoda, awalnya beli yang isi paling sedikit, dengan harapan ini untuk jaga-jaga saja kok tidak dipakai setiap hari.
Tapi kenyataan berkata lain, ketika kami pindah ke rumah sendiri di umur Omar yang baru 3 minggu, rasanya susaah dan capek banget bangun malem untuk ngecekin popok omar sudah penuh/belum, Akhirnya mulai dipakai rutin deh tuh si pospak setiap malam. Ya! saya dan suami tetep keukeuh sehari-hari omar pakai clodi, pospak dipakai hanya untuk malem saja atau ketika pergi keluar, itupun saya usahaian tetep bawa satu clodi, Alhamdulillah sistem seperti ini masih bertahan hingga sekarang, kami hanya butuh 1 dus pospak isi sedang setiap bulannya, pengeluaran masih kurang dari Rp 100.000,- lah.. Saya pribadi tidak mau ambil pusing masalah popok ini, kalau saya sanggup saya pakai, kalau saya ngerasa capek ya saya bilang capek, walaupun kadang kalau ngobrol di forum pengen juga sih bisa pakai clodi 24 jam full dan tanpa pospak sama sekali. Yah, semoga bisa lebih baik di adik- adiknya Omar nanti.. Aamiin.

(Walaupun masih mendua dengan pospak, saya selalu semangat kok kalau diajak belanja clodi.. hehehehe)

Gambar dari sini

July 10, 2014

Menyusui Perdana dan Puting Lecet.

"Yah kan put? lo dulu gitu gak waktu awal nyusuin? gw lecet banget, perih" 
"Anak gw baru bisa nyusu setelah 3 hari, itupun susah banget."

Jadi ya Alhamdulillah banget, mulai dari IMD sampai sekarang Omar berusia 12 bulan, belum pernah saya ngalamin yang namanya puting lecet, rahasianya?

Buku pedoman menyusui dari AIMI,
Boleh lo beli di sini
dapet di toko buku Gramedia Matraman, beli gak sampai 100rb, lupa belinya pas hamil berapa minggu,dari buku itulah saya belajar bermacam-macam posisi menyusui,termasuk jika melahirkan secara caesar, di baca terus sampai saya akhirnya hapal di luar kepala, semua orang (gak bener-bener semua orang sih) mama saya dan bapak suami termasuk salah dua orang yang saya doktrin untuk ikutan baca buku ini.

Dan itulah yang saya lakukan ketika bertemu Omar pertama kali selepas maghrib setelah proses melahirkan dan IMD selesai, mulut dia saya utak-atik sendiri demi mendapatkan perlekatan yang sesuai dengan yang saya baca di buku, inget banget tuh copot lepas copot lepas, sampai saya dan Omar akhirnya nyaman. Nangis gak si Omar? Alhamdulillaahh enggak, mungkin Omar ngerti kali yaa kalau emaknya lagi usaha nyari posisi pewe demi kebaikan bersama, selain itu karena saya melahirkan normal, mau posisi menyusui apa saja bisa, salah satu alasan lain Omar sukses nenen tanpa kendala sampai sekarang adalah dia Alhamdulillah tidak tongue tie, tongue tie atau lidah pendek sebenernya bukan karena lidahnya yang bener-bener pendek, tetapi untuk menggambarkan gangguan frenulum (jaringan ikat yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung lidah bagian bawah) nah, yang bisa memastikan seorang bayi tongue tie biasanya adalah konselor laktasi, dopkter anak, bidan, atau konsultan laktasi IBCLC. Dulu Omar dicek tongue tie atau tidaknya oleh konselor laktasi di RS Hermina Grand Wisata, sekalian untuk mengecek kecukupan ASI nya Omar juga, sewaktu saya mulai bersiap-siap kembali jadi Working Mom.

Tongue tie ini bisa jadi salah satu penyebab bayi susah menyusu dan puting ibu lecet,bukan hanya puting lecet,tongue tie juga bisa menyebabkan produksi ASI sedikit, Milk Blister (kayak semacam jerawat kecil di ujung puting), Mastitis atau PD bengkak, dan perasaan tidak nyaman ketika menyusui, makanya kalau ada ibu-ibu di luar sana yang galau kenapa anaknya keliatan susah banget perlekatannya atau berat badannya susah naik padahal ASI nya sering, coba di cek si anak tongue tie atau tidak. Sebenernya banyak hal lain yang ngebuat newborn susah menyusu di hari-hari pertama, tongue tie hanyalah salah satunya, makanya ibu dan bayi harus sama-sama belajar, terutama ibu harus pintar menganalisa kenapa bayi nya terlihat susah menyusu, jangan langsung menyerah dengan sufor. 

Jadi ibu itu harus pintar dan aware,karena dari sanalah bermula generasi yang lebih baik.

July 1, 2014

Lagi Hamil Gak Bisa Makan Macem-Macem :(

Loh kata siapa?

Banyak sih memang yang ngomong seperti ini, dulu waktu saya hamil sampai kebas telinga saking seringnya orang-orang protes ngeliat apa yang saya makan. Ya, saya dulu termasuk Ibu Hamil yang Alhamdulillah masih bisa makan apapun tanpa mual, satu- satunya yang susah masuk ke dalam perut saya hanya AIR
PUTIH, jadilah saya minum air putih dengan perasa, entah perasan jeruk lemon atau madu.. :)) selebihnya hajarr semuanyaa... Obgyn saya pernah berpesan, "Ibu hamil gak ada pantangan kok, kamu gak ada alergi kan? bebas makan apapun sepanjang bukan junkfood dan soda". Noted!

Maka ketika awal-awal hamil sekitar 6wk saya makan durian matang pohon, ketika main-main ke sekolah alam bogor. Masuk 8wk saya pernah menghabiskan 1 buah kelapa muda hijau sendirian, wuuiihh saya masih inget tuh muka kagetnya tante saya. Segala jenis buah saya makan, termasuk Nanas! ya, saya makan nanas.. hampir setiap siang, campur dengan jeruk bali. segerrr bangett..
Makan sate kambing lengkap dengan sop sumsum nya (dan tiba-tiba sekarang saya ngiler...) Ayam bakar tanpa lalapan mentah kurang afdol rasanya.. Seafood.. yes, im a big fans of seafood.. (kecuali sushi ya, saya
akui selama hamil walaupun ngiler ini tidak saya sentuh) bahkan indomie dan bakso pun sempet saya makan.

Saya percaya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, sekalipun saya tidak memantang diri saya selama hamil, tapi saya berusaha untuk makan dengan porsi cukup tidak berlebihan.. Dan 1 lagi, jangan kebanyakan makan mitos. Belajar dan banyak baca Insya Allah ilmu semakin banyak :)

June 30, 2014

Belajar Puasa Ketika Hamil dan Menyusui

Kenapa saya bilangnya belajar? Karena untuk pertama kalinya 2x Ramadhan, Ramadhan tahun lalu dan Ramadhan tahun ini status saya berubah dari Bumil menjadi Busui..
 
Lebaran tahun lalu, Alhamdulillah Ramadhan saya diisi dengan hari- hari menunggu Omar keluar, banyak orang yang mempertanyakan "emang kuat puasa?" , "sudah hamil besar gitu, tunda dulu saja puasanya.." saya semata-mata ingin puasa bukan karena mau menunjukan kalau "saya ibu hamil tapi mampu puasa loh.." tapi karena saya tahu puasa ramadhan itu wajib, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur saya ke Allah yang telah sangat baik memberikan saya keturunan sesuai planning saya dan suami, memberikan saya kehamilan yang lancar dan tidak menyusahkan, dan juga ingin mengajarkan ke janin kalau kita umat islam wajib puasa (syarat dan ketentuan berlaku ya..) jadilah saya belajar puasa ketika hamil, Alhamdulillah sebelum Omar lahir tgl 16 ramadhan saya cuma bocor sekali karena salah strategi makan di waktu sahur.. Alhamdulillah juga selama puasa BB nyusut tetapi BBJ stabil dan lahir normal 3,1kg..
 
Insya Allah tahun ini ingin belajar puasa juga dengan status Ibu Menyusui, selain karena memang Puasa wajib kali ini saya ikut puasa sebagai ungkapan syukur saya kepada Allah karena telah diberikan anak yang Insya Allah sehat, ganteng, baik, sholeh, pintar (Aamiin) dan diberikan kemampuan untuk dapat memberikan ASI sebagaimana tercantum di dalam Al-qur'an, serta bersyukur atas kenikmatan- kenikmatan yang lain.

Gimana caranya kok bisa kuat? Kalau untuk saya pribadi kuncinya di waktu sahur, saya menghindari segala makanan dan minuman dengan pemanis buatan, No Tea! karena teh malah membantu tubuh mengeluarkan cairan, jadinya cepat haus.. dan makanan manis ngebuat tubuh cepat kenyang, tapi cepat lapar juga. Saya selalu berusaha sahur dengan Gizi Seimbang, Karbo+ Protein Hewani+ Protein nabati+ Serat+ Vitamin&Mineral..
 
Tadi pagi menu sahur saya: Nasi putih, dengan semur daging, tahu sutera.. berhubung lagi malas bikin sayur (hehehehehe..) ditebusnya dengan makan mangga 1 buah dan air putih 3 mug.. Alhamdulillah sepagian ini sudah sukses nyuci baju, beberes, nyusuin omar bolak-balik dan sekarang main FB. Insya Allah nanti konsumsi sayurnya diganti pas buka puasa, rencana bikin capcay kuah.. semoga bisa istiqomah dengan makanan sehat dan sukses puasa 1 bulan full.. Aamiin.
 
Oh iya tambahan, disela-sela tidur malem usahain bangun untuk minum (dan tahajud).
Selamat puasa Bumil dan Busui.. :*

June 23, 2014

Hey Ibu, Apa sih Prioritasmu?

Barusan saya dapat kabar kalau anak teman saya yang baru dilahirkan 3 hari yang lalu harus masuk inkubator, dikarenakan sudah 3 hari tidak mendapat asupan, dan bilirubin tinggi. Kontan hampir semua ibu di lantai saya yang notabene Ibu Asi bingung, dan pertanyaan pun bermunculan.
 
"Memang berapa bilirubinnya?", 
"Masih 3 hari idealnya bayi kuat kok sepanjang terus bareng ibunya 24 jam full, lagian lahirnya kan cukup bulan ya.. gak prematur jg.." , 
"Asi nya keluar? Emang gak ditempelin terus ke dadanya?",  "kalau Asi nya belum keluar mah ditempelin aja terus biar ngerangsang.."
Saya gak bohong, sepeduli itu lah teman-teman kantor saya terhadap Bayi dan Asi. dan saya pun ikutan nimbrung nanya, "dia lahiran dimana sih? emang gak diajarin serba-serbi Asi?"

Ternyata teman saya itu lahiran di salah satu rumah sakit lama milik pemerintah, saya sendiri tidak paham ya bagaimana kebijakan RS itu terhadap Ibu dan Bayi, tapi yang saya tahu alasan di balik teman saya memilih RS itu adalah karena "biar bisa menggunakan fasilitas BPJS", lagi- lagi saya kurang paham bagaimana performa BPJS itu sendiri, yang saya tahu tentang BPJS adalah fasilitas pengobatan untuk mendapat biaya murah bahkan gratis. Sejujurnya saya cukup menyesali pilihan RS ini, karena ketika teman saya hamil dia cukup concern bertanya tentang RS-RS mana yang memiliki pelayanan maksimal untuk Ibu dan bayi. Karena jika memang alasan biaya lantas memilih RS tempat dia melahirkan sekarang, duh.. Teman saya ini salah satu karyawan yang hidupnya "makmur", datang dari kalangan berada, fasilitas terpenuhi, begitu pun dengan suaminya. 

Dan ketika kami tahu kalau bayi itu diberikan sufor (sesuai memang, karena ada alasan medis) tetapi dengan
media DOT, yasudah kami hanya bisa berdoa semoga ibunya ngotot ASI setelah ini. Karena bagaimanapun prioritas setiap Ibu berbeda..