A Bossy Person, sebenernya sih ini julukan saya aja untuk orang- orang yang menurut saya tukang atur, tukang perintah, dan dia mau semua hal sesuai dengan pandangan dan keinginannya
dia.. kalau di rekap dalam satu kalimat, "Orang yang menginginkan setiap hal seideal rencananya".
Dilihat-lihat kok negatif dan sifatnya buruk banget ya? keliatan banget egois dan susah menerima
pandangan orang lain, padahal mah aslinya orang-orang seperti ini memiliki banyak sifat pemimpin dan bisa banget jadi boss..
Tapi ya gitu deh, kalau saya pribadi rada-rada give up sama orang kayak gini, udah susah aja deh kalau harus adu argumen atau tukar pendapat. kenapa? ya karena sedikit banyak pada akhirnya mereka mau pendapat dan pandangan mereka yang di dengar, lebih baik saya diem dan saya iya-
in aja mau nya orang itu apa, kalaupun harus kerjasama saya lebih baik ikhlas dan lapang dada membiarkan orang seperti ini mengatur semuanya, menurut saya pribadi sih di setiap sifat seseorang itu akan ada unsur bossy ini, siapa sih yang gak suka kalau rencana nya berjalan dengan lancar dan semua orang nurut sama kita? hehehehe..
Solusi saya kalau harus berurusan dengan orang seperti ini, saya meng-iya-kan semua ucapannya, tapi kadang kalau opsi ini dijalanin terus yang ada kita mangkel, akhirnya jalan keluar lainnya, saya suka "Jalan sendiri" alias tanpa sepengetahuan si boss ini, memang sih jadinya kayak main belakang. Dan yang lebih ngeselinnya nih, si bossy person ini kalau sudah menemukan orang yang "berani main di belakang" dia akan merasa diabaikan dan tidak dianggap, How rude! coba deh bayangin, udah sukanya ngatur kayak gitu terus bisa-bisa nya mereka merasa diabaikan. jadi mau nya bagaimana coba?
Pagi ini kembali saya dapat suatu "pandangan" di commuter line, tepat di sebelah saya duduk seorang ibu dengan membawa 3 orang anak, iya 3! kalau boleh di tebak masing-masing umurnya antara 7 thn, 4thn, dan 2thn. Cukup ideal ya secara logika.. Anak pertama perempuan, sekilas dia tampak dewasa mungkin karena harus ngemong adik- adiknya ya, sementara anak kedua dan ketiga nya laki-laki.
Saya belum pernah benar-benar merasakan membawa seorang anak berpergian, tapi yang saya lihat ibu ini tampak kerepotan sekali. Anak kedua nya tidak berhenti bicara dan protes, mulai dari kursi yang sempit, ingin berdiri saja, tidak mau duduk dengan kakaknya sampai mau memanjat jendela.. sementara anak yang terkecil bolak-balik rewel karena dia ingin seperti kakaknya yang kedua juga, berdiri sendiri, duduk sendiri.
bagaimana dengan anak pertama? dia terpaksa berdiri sambil membawa barang-barang adiknya.. dan yang pasti they're all so noisyyy.. seperti anak-anak pada umumnya. hehehehee...
Yang mau saya garis bawahi disini, sebenarnya berapa sih jarak ideal antar anak yang satu dengan yang lainnya? ideal disini selain dilihat dari sisi finansial juga dilihat dari sisi kemampuan orangtua untuk memberikan perhatian ya.. Jarak antara saya dan adik saya cukup jauh, hampir 6 tahun, dengan pertimbangan, Ibu saya ingin benar-benar merasakan betapa nikmatnya punya anak pertama sebelum menambah anak kedua, dan ketika adik saya lahir, papa saya tidak pernah absen memberikan saya perhatian ketika ibu saya masih sibuk dengan her newborn baby. *quite make sense* memang setiap keluarga punya pertimbangan masing-masing ketika berencana menambah anak.
Tapi idealnya setiap anak bisa mendapat jatah yang sama bukan? *bdw, siapa sih yang gak mau hidup di dunia yang ideal?* :p
Memasuki usia 28
weeks, mulai deh saya lihat-lihat forum “Newborn Shopping List” mama sih
nyaraninnya mulai belanja pas masuk 32 weeks saja, sekalian latihan jalan
katanya.. *bisa gitu ya.. keluar masuk toko itungannya latihan jalan*
sejujurnya saya memang
belum punya bayangan apa aja sih kebutuhan bayi itu? Dari awal hamil fokus saya
malah ke Little Gear nya, macam Baby Bouncer, Baby Bather, sampai Stroller..
lucu aja gitu liat bentuk dan motifnya yang lucu-lucu, saya juga sudah mulai
mengkhayal tuh perlengkapan apa dan mainan apa yang kira-kira akan saya beli,
bahkan saking sukanya saya ngeliatin Little Gear saya sampai bercita-cita
selain punya Baby Bouncer Fisher Price juga pengen punya ELC Blossom Farm SitMe Up Cozy,
padahal keduanya fungsinya gak jauh beda, cuma penampakannya ituuuu
yang menggoda. Belum lagi playmate nya yang Einstein series, terus saya juga
kepikiran untuk beli Box Bayi Graco, Stroller Cocolatte, apa lagi ya? Hehehehe…
selama hamil ini lama-lama saya hapal loh merk perlengkapan bayi, walaupun
belum khatam benerrr… *banyaakk banget jenis dan fungsinya ternyata*
Karena selama
ini saya lebih fokus ke Little Gear, jadi bayangan saya harga barang-barang
bayi yang mahal ya hanya seputar Little Gear nya itu saja, baju-baju mah
standart lah ya.. tapi pandangan itu seketika berubah ketika saya mulai
baca-baca, buka-buka, tanya-tanya, googling-googling “Apa saja sih yang harus
dibeli untuk bayi baru itu?” Subhanallaahhh.. pusing loh! Awal-awal saya tanya
dan cari info seputar popok kain, tidak lain tidak bukan hal ini disebabkan
karena saya dapat banyak Cloth Diaper a.k.a Clodi dari salah satu sahabat saya,
ada sekitar 7 buah clodi dengan masing-masing insert *apa itu insert? coba klik link diatas itu* sebanyak 2 lembar.. bisa bayangkan, saya yang selama ini
istilahnya “yaudahlah ya untuk baju bayi…” tiba-tiba dapet sepaket clodi
sebanyak itu, dengan pesan: “itu jangan lupa ya dicuci dulu min 3x lah,
detergennya bla bla bla.. “ hah? Bagaimana itu maksudnya ya? Ya karena saya gak
mau clodi itu jadi mubazir dan kadung penasaran juga, jadilah selama hampir
semingguan saya sibuk bolak-balik melakukan tanya jawab seputar clodi di
beberapa forum emak-emak, semata-semata untuk mencari ilmu dan hasilnyaaaa… saya
tergoda untuk menambah beberapa clodi lagi, kalau bisa pengen punya cover dan
AOR nya juga deh, jadi saya gak perlu repot-repot cuci popok kain kuno yang
sehari katanya bisa habis sampai 20 popok untuk bayi baru. Wkwkwkwkwk… pakai
disposable diaper sih kayaknya iya ya, tapi gak mau terlalu banyak juga, kasian
tong sampah sama kantong bapaknya ntar. ;p
selesai dengan
clodi *belum selesai bener sih* saya akhirnya memutuskan untuk mulai membuat
list kira-kira apa saja yang akan dibutuhkan untuk Insya Allah menyambut bayi kami,
kalau dilihat dari list yang dibuat oleh para mom-to-be isinya sih hampir sama,
mulai dari kaos lengan pendek, kaos lengan panjang kancing, celana pendek,
celana panjang, celana pop dkk kelihatannya sih simpel dan biasa banget, tapi
dibalik kesederhanaan itu muncul nama-nama macam Libby, Nova, Miyo.. yes! We’re
talk about brand! Setelah saya amati, teliti, dan review baik di dunia online
maupun dunia nyata banyak yang sepakat merk Libby untuk baju newborn itu memang
nyaman, bahan halus, dan tidak mudah melar. Eits, seperti biasa ada rupa ada harga,
jadi karena saya memutuskan mau beli merk Libby, saya survey harga dong dan
rata-rata Libby ini dijual seharga Rp.39000,-/3pc itu untuk jenis lengan
pendek, berarti kalau saya mau ½ Lusin saya harus mengeluarkan kocek sebesar
Rp. 78000,- keliatannya sih masih murah, tapi kalau saya butuh 5 variant
berbeda dengan banyaknya masing-masing ½ lusin ditambah harga bervariasi mulai
dari Rp 39.000 – 45.000/3pc, angka itu akan membengkak menjadi +/- Rp 400.000,-
hehehehhe.. banyak tho? Intinya dengan list kebutuhan dasar yang saya inginkan
total anggaran bisa mencapai Rp 1.500.000,- an.. fiuuuhh lap keringet dulu kita
sodara-sodara..
selesai dengan
kebutuhan dasar, beranjaklah kita ke kebutuhan ASIP alias Air Susu Ibu Perah,
maklum kemungkinan status setelah melahirkan nanti Insya Allah belum berubah,
masih menjadi karyawan swasta jadi saya harus mulai survey apakah saya butuh
breast pump atau saya bisa menggunakan tangan pribadi alias teknik marmet untuk
memerah? Berapa botol susu yang saya butuhkan untuk bayi saya nanti? Cooler bag
seperti apa yang efektif untuk menyimpan ASIP saya? Apakah saya butuh bottle
sterillizer? Bagaimana dengan botol susu dan dotnya? Lupa, saya dan ayah dedek
juga harus membuat anggaran untuk Kulkas! Iyaaa.. Alhamdulillah, akhirnya
sekarang kita punya rumah sendiri *horeeeee…* setelah hunting kurang lebih 17
bulan ketemu juga rumah yang sesuai dengan kantong dan
bayangan-kami-walaupun-masih-agak-jauh-dari-rumah-impian. *sesi cerita tentang
rumah beda lagi ya* entahlah berapa total untuk keperluan ASIP ini saya belum
survey harga, saya sih berencananya mau coba jadi tukang palak dulu alias minta
lungsuran botol-botol asip temen yang anaknya sudah mulai berkurang frekuensi
ASIPnya.. hehehhee kan lumayan tuh dapet gratisan.
Dan sekarang
saya mulai mikir, rasa-rasanya hasrat saya untuk Little Gear HARUS dipending
dulu deh, alias gak beli sekarang. Mungkin beli tapi yang bener-bener urgent
dulu kali ya macam Baby Bather gitu, kan mandiin bayi susah tuh apalagi saya
belum ada pengalaman sama sekali jadi baby bather ini akan membantu banget.
Tapiiii kata orang-orang baby bouncer juga fungsi banget untuk taruh bayi biar
dia gak rewel karena dilengkapi dengan musik dan bisa berayun, jadi emaknya
bisa ngerjain yang lain, nggg habis itu
strollerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……………….. ngggggggggg………………. *emaknya
lama-lama error*
Ya Allah
cukupkanlah rejeki kami Ya Allah, aamiin…